Petani The Max Mataram Meriahkan Pestaporia SSF 2025, Angkat Nama Kota Lewat Karya Bonsai Berkualitas

1 day ago 17

Mataram, NTB – Komunitas pencinta tanaman bonsai Petani The Max Mataram kembali menunjukkan konsistensinya sebagai duta kreativitas Kota Mataram. Komunitas yang dikenal aktif mengikuti berbagai agenda pemerintah ini turut memeriahkan acara “Pestaporia – From Sunrise to Sunset Festival (SSF) 2025” yang digelar Dinas Pariwisata Kota Mataram di Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq, Sabtu (29/11/2025).

Kehadiran mereka di festival tersebut tidak hanya sekadar memamerkan koleksi bonsai, tetapi juga membawa semangat untuk terus mengangkat nama Kota Mataram sebagai kota kreatif yang mampu menghasilkan karya seni tanaman hias kelas nasional dan internasional.

Ketua Petani The Max Mataram, Ir. Rizaludin Akbar, mengungkapkan bahwa partisipasi mereka dalam SSF 2025 merupakan wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah, sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan hasil karya komunitas kepada masyarakat yang lebih luas.

 “Kami hadir untuk mendukung pemerintah dan sekaligus mempromosikan bonsai karya anggota komunitas. Ini bagian dari kontribusi kami terhadap kemajuan Kota Mataram, ” ujarnya.

Menurut Rizaludin, komunitasnya telah menjadikan bonsai bukan sekadar hobi, tetapi sebuah karya seni yang menembus berbagai kontes dan festival. Beberapa bulan terakhir, Petani The Max Mataram berhasil mengikuti berbagai lomba bonsai tingkat nasional bahkan internasional, termasuk event prestisius yang digelar di Pulau Dewata.

 “Kami membawa nama Kota Mataram di setiap kontes nasional dan internasional. Kami ingin Mataram tidak hanya dikenal sebagai kota wisata, religi, kuliner, atau adat, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan karya bonsai terbaik, ” tambahnya.

Dalam rangkaian kegiatan SSF Pestaporia, Ketua Petani The Max Mataram menyerahkan sebuah bonsai terbaik hasil karya komunitas kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra. Penyerahan ini menjadi simbol penghargaan sekaligus bentuk dukungan kepada pemerintah daerah, khususnya Kadis Pariwisata Kota Mataram. 

Cahya Samudra menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi dan kontribusi komunitas bonsai tersebut.

 “Kami sangat mengapresiasi kiprah Petani The Max Mataram yang telah mengharumkan nama Kota Mataram melalui berbagai ajang bonsai, baik nasional maupun internasional, ” ujarnya.

Ia berharap seni bonsai dapat menjadi karakter tambahan bagi Kota Mataram, sehingga ke depan kota ini tidak hanya dikenal karena destinasi wisatanya, tetapi juga karena karya seni dan komunitas kreatifnya.

 “Semoga Mataram semakin dikenal sebagai kota yang memiliki kemampuan dan kreativitas tinggi, khususnya dalam seni bonsai, ” harapnya.

Keterlibatan Petani The Max Mataram di berbagai kegiatan pemerintah membuktikan bahwa komunitas kreatif memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas pariwisata. Melalui karya bonsai, mereka tidak hanya menghibur dan menginspirasi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi citra Kota Mataram di mata nasional maupun internasional.

Dengan kiprah yang terus berkembang, komunitas ini diyakini mampu menjadi salah satu ikon kreativitas yang memperkaya warna pariwisata Kota Mataram di masa mendatang.(Adb) 

Read Entire Article
Selebrity | Refreshing | | |