Interaksi sosial dan dampaknya bagi kesehatan

Interaksi sosial dan dampaknya bagi kesehatan

LIFE STYLE

KABARLIVE.COM – Salah satu kebutuhan manusia yang mendasar adalah keinginan untuk mempunyai hubungan yang langgeng. Hal ini dapat dicapai dengan saling kontak berkomunikasi secara terus menerus maupun selalu saling memberikan perhatian. Berkomunikasi adalah hal yang sangat mendasar dalam menjalin hubungan. Dimana dalam setiap tindakan maupun langkah, kita merasa memiliki keyakinan bahwa kita dimiliki oleh pasangan hidup ataupun orang terdekat lainnya.

Oleh sebab itu walau setiap hari kita mengalami debat kecil maupun besar, haruslah selalu ditanamkan dalam benak kita bahwa hubungan antar manusia memiliki kekuatan yang luar biasa. Sikap penerimaan kita terhadap seseorang juga dapat dikomunikasikan dengan mengatakan hal yang terbaik maupun yang terburuk.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa interaksi yang positif ketika saling berargumentasi maupun ketika dalam keadaan tenang, akan dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh kita. Saling menghargai satu dengan yang lainnya dapat memberikan kehangatan, lelucon akan menunjukkan sikap positif kita, inilah persahabatan. Dan hindari sikap sikap mengkritik seseorang dengan cara merendahkannya.

Bila masalah kesehatan bergantung pada keeratan dan keharmonisan hubungan dengan lingkungan, maka berarti akan bergantung pula pada seberapa luas lingkungan sosial kita. Dan lingkungan dapat pula membawa dampak pada segi ekonomi maupun sosial yang akan menghasilkan kemungkinan berumur panjang dengan kesehatan yang baik.

Untuk membuktikan hal tersebut, sebuah penelitian membandingkan dua kelompok. Sedangkan penilaiannya berdasar pada nilai yang ditentukan oleh interaksi yang terjadi dalam hubungan antara suami-istri, orang tua, anak-anak, sanak famili, tetangga, teman, mitra kerja, teman kelas, hingga organisasi. Satu kelompok memiliki lingkungan yang kecil, sedangkan kelompok lainnya memiliki lingkungan yang lebih luas. Pada kedua kelompok tersebut di bandingkan sikap yang terjadi ketika terkena flu.

Ternyata, mereka yang membuka interaksi sosial dengan banyak kelompok, tampak lebih mampu bertahan terhadap serangan virus flu, ketimbang mereka yang memilih hanya berinteraksi dengan sedikit kelompok. Intinya, yang membuka sedikit interaksi sosialnya akan lebih rentan terhadap virus tersebut.

Kita bisa menarik kesimpulan bahwa interaksi yang luas akan membuat percaya diri seseorang semakin meningkat yang pada ahirnya dapat membantu tetap mempunyai perasaan nyaman disaat mempunyai masalah. Oleh karena itu, memiliki lingkungan sosial yang luas juga akan mampu meminimalkan segala problema yang timbul dirumah ataupun di tempat kerja. Semua akan dihadapi dengan tenang. Sebaliknya jika lingkungan seseorang sempit, maka ada kemungkinan ia akan merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri, sehingga segala masalah akan dihadapinuya dengan penuh kegelisahan.

Inti dari semua ini adalah, lakukan interaksi sosial walau sesibuk apapun kita. Tentunya sebuah interaksi yang berkualitas, bukan hanya sebuah interaksi yang cuma sekedar apa-adanya. Hal itu dapat dimulai dari orang-orang yang terdekat terlebih dahulu.